(0341) 353 377 idimalangraya@gmail.com

Diselenggarakan oleh : Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Universitas Brawijaya Kamis, 11 Juni 2026

            Dalam sesi diskusi Focus Group Discussion (FGD) “Sustainable Sanitation and Stunting Prevention” yang diselenggarakan Universitas Brawijaya, berbagai pemangku kepentingan menyampaikan pengalaman, praktik baik, serta gagasan strategis dalam upaya percepatan pencegahan stunting.

            Perwakilan dari Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Organisasi Profesi, dan Akademisi memberikan gambaran mengenai berbagai program yang telah dilaksanakan di wilayah masing-masing. Diskusi berlangsung dinamis dan memperkaya pemahaman peserta terhadap tantangan serta peluang penguatan program pencegahan stunting melalui pendekatan lintas sektor.

            Mewakili IDI Cabang Malang Raya, dr. Endang Triningsih menyampaikan pentingnya pembelajaran dari berbagai program kesehatan ibu dan anak yang telah dilaksanakan pemerintah selama beberapa dekade terakhir. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa upaya peningkatan status gizi masyarakat memerlukan komitmen jangka panjang, kolaborasi lintas sektor, serta kesinambungan program agar memberikan dampak yang optimal.

            Dalam paparannya, dr. Endang Triningsih menekankan bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan secara komprehensif, mulai dari edukasi keluarga, penguatan pola asuh, peningkatan literasi kesehatan, hingga deteksi dini yang mudah diterapkan di masyarakat. IDI mengusulkan pendekatan skrining awal yang sederhana, ramah anak, dan dapat dilakukan dengan memanfaatkan sarana yang tersedia di lingkungan sekitar, sehingga proses pengukuran pertumbuhan anak menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Selain itu, IDI menggarisbawahi pentingnya edukasi kesehatan sejak usia sekolah dasar, khususnya menjelang masa remaja, mengenai gizi, kesehatan keluarga, dan pola pengasuhan yang baik. Untuk mendukung hal tersebut, keterlibatan sektor pendidikan dinilai sangat penting sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting yang berkelanjutan.

            Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, IDI Cabang Malang Raya juga mengembangkan media edukasi kesehatan berbasis podcast yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi kesehatan secara berkesinambungan dan mudah diakses masyarakat. IDI membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat jangkauan edukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting.

            Masukan yang disampaikan mendapatkan respons positif dari peserta FGD. Beberapa pihak menyatakan ketertarikan untuk berkolaborasi dalam pengembangan edukasi kesehatan keluarga dan memperkuat upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat. Diskusi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari penyusunan rekomendasi kebijakan dan penguatan jejaring kolaborasi sebagaimana tujuan penyelenggaraan FGD.