Memperkuat Etika, Kompetensi, dan Solidaritas Profesi Dokter
Workshop & Symposium Pertemuan Ilmiah Respiratory (PIR) Malang 2026 yang diselenggarakan pada 27–28 Juni 2026 di Hotel Atria Malang mengangkat tema “Collegial Ethics in Clinical Practice Without the Need for Professional Organization.” Pada kesempatan tersebut, IDI Cabang Malang Raya diwakili oleh dr. Endang Triningsih yang hadir sebagai narasumber untuk memberikan pandangan mengenai pentingnya etika, profesionalisme, serta soliditas organisasi profesi dalam mendukung pelayanan kesehatan.
Dalam pemaparannya, dr. Endang Triningsih menyampaikan analogi mengenai Rumah Besar, yang menggambarkan IDI sebagai rumah bersama seluruh dokter dengan berbagai perhimpunan spesialis sebagai bagian yang saling melengkapi. Melalui analogi tersebut, beliau menekankan bahwa semangat kebersamaan, solidaritas, dan saling mendukung merupakan fondasi utama dalam membangun profesi kedokteran yang kuat, sehingga setiap dokter memiliki wadah untuk bertumbuh, berkolaborasi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Beliau juga menjelaskan bahwa profesionalisme seorang dokter dibangun melalui keseimbangan antara pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) yang berlandaskan etika profesi. Nilai-nilai moral menjadi landasan penting dalam menjaga hubungan yang harmonis antarsejawat serta menciptakan lingkungan profesi yang saling menghargai, mendukung, dan menjunjung tinggi kompetensi.
Lebih lanjut disampaikan bahwa IDI senantiasa memiliki peran strategis dalam pembinaan etik profesi, peningkatan mutu pelayanan kesehatan, pengembangan kompetensi dokter, serta mendukung berbagai program pemerintah di bidang kesehatan. Peran tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Sebagai penutup, dr. Endang Triningsih selaku Sekretaris IDI Cabang Malang Raya mengajak seluruh dokter untuk terus memperkuat semangat “Back Home”, dengan menjadikan IDI sebagai rumah besar yang mempersatukan seluruh dokter Indonesia dalam semangat kolegialitas, profesionalisme, dan pengabdian kepada masyarakat. Sesi berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif, serta ditutup dengan sebuah pantun yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta Workshop & Symposium.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis, semakin memperkuat kolaborasi, menjaga etika profesi, meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan, serta tetap solid dalam naungan Organisasi Profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.








